“Min, harganya berapa?”
“Masih tersedia?”
“Cara ordernya gimana?”
“Bisa bayar pakai apa?”
“Buka jam berapa?”
Kalau bisnis kamu menerima pertanyaan seperti ini setiap hari, sebenarnya sebagian besar pertanyaan tersebut bisa dijawab tanpa harus selalu menunggu admin.
Dengan Chatbot Live Chat, bisnis dapat mengotomatisasi berbagai pertanyaan yang sifatnya berulang sehingga customer bisa mendapatkan informasi lebih cepat.
Lalu, pertanyaan apa saja yang bisa dijawab chatbot?
1. “Berapa Harga Produknya?”
Harga merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan customer.
Daripada admin harus mengetik harga produk yang sama berulang kali, chatbot dapat memberikan informasi tersebut secara otomatis.
Misalnya:
Customer:
“Halo kak, harga produknya berapa?”
Chatbot:
“Halo! Berikut daftar harga produk kami. Silakan pilih produk yang ingin kamu lihat.”
Customer kemudian dapat memilih produk dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Selain menghemat waktu admin, cara ini juga membuat customer tidak perlu menunggu terlalu lama.
2. “Produknya Masih Tersedia?”
Customer yang sudah tertarik biasanya ingin segera memastikan ketersediaan produk.
Jika informasi stok dapat diintegrasikan dengan sistem bisnis, chatbot dapat membantu memberikan informasi ketersediaan secara otomatis.
Contohnya:
Customer:
“Kak, produk A masih ada?”
Chatbot:
“Produk A masih tersedia. Mau melanjutkan ke pemesanan?”
Percakapan sederhana seperti ini dapat membantu customer bergerak lebih cepat dari tahap bertanya menuju pembelian.
3. “Cara Pesannya Gimana?”
Tidak semua customer langsung memahami bagaimana cara melakukan pembelian.
Daripada admin harus menjelaskan langkah yang sama berkali-kali, chatbot dapat memberikan panduan pemesanan.
Misalnya:
Chatbot:
“Untuk melakukan pemesanan, ikuti langkah berikut:
Pilih produk.
Masukkan jumlah pesanan.
Pilih metode pembayaran.
Konfirmasi pesanan.”
Dengan informasi yang sudah tersusun, customer bisa mengikuti proses pembelian dengan lebih mudah.
4. “Bisa Bayar Pakai Apa?”
Metode pembayaran juga menjadi pertanyaan yang sering muncul sebelum customer melakukan transaksi.
Chatbot dapat memberikan informasi mengenai metode pembayaran yang tersedia, seperti transfer bank, e-wallet, atau metode pembayaran lainnya sesuai sistem bisnis.
Contohnya:
Customer:
“Bisa bayar pakai transfer?”
Chatbot:
“Bisa. Kami menyediakan pembayaran melalui transfer bank dan beberapa metode pembayaran lainnya.”
Customer langsung mendapatkan jawaban tanpa harus menunggu admin.
5. “Buka Jam Berapa?”
Pertanyaan sederhana seperti jam operasional juga bisa menyita waktu admin jika ditanyakan berkali-kali.
Chatbot dapat memberikan informasi seperti:
Customer:
“Admin online sampai jam berapa?”
Chatbot:
“Jam operasional kami Senin–Jumat pukul 08.00–17.00 WIB.”
Customer langsung mengetahui kapan mereka bisa mendapatkan bantuan dari admin.
Bukan Hanya Menjawab, Chatbot Bisa Mengarahkan Customer
Chatbot yang baik bukan sekadar memberikan jawaban.
Chatbot juga bisa membantu mengarahkan customer ke tahap berikutnya.
Misalnya setelah memberikan harga, chatbot dapat menawarkan:
“Mau lihat detail produk?”
atau:
“Mau langsung melakukan pemesanan?”
Dengan begitu, percakapan tidak berhenti hanya pada pertanyaan dan jawaban.
Chatbot dapat menjadi bagian dari perjalanan customer dari bertanya → mendapatkan informasi → tertarik → melakukan pembelian.
Bagaimana dengan Pertanyaan yang Tidak Bisa Dijawab Chatbot?
Tidak semua percakapan harus ditangani chatbot.
Jika customer memiliki pertanyaan yang lebih kompleks, percakapan dapat diteruskan kepada admin.
Contohnya:
Customer:
“Saya punya kebutuhan khusus. Bisa custom produknya?”
Chatbot dapat memberikan opsi:
“Untuk kebutuhan custom, silakan terhubung dengan admin kami.”
Kemudian admin mengambil alih percakapan.
Dengan sistem seperti ini, chatbot dan admin dapat bekerja bersama.
Chatbot Membantu Admin Fokus pada Hal yang Lebih Penting
Tujuan utama chatbot bukan membuat semua komunikasi menjadi otomatis.
Tujuannya adalah mengurangi pekerjaan yang repetitif.
Pertanyaan sederhana dapat dijawab chatbot.
Percakapan yang membutuhkan keputusan, negosiasi, atau pendekatan personal dapat ditangani admin.
Hasilnya, admin bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk customer yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Kesimpulan
Banyak pertanyaan customer sebenarnya memiliki pola yang sama.
Harga, stok, cara pemesanan, metode pembayaran, dan jam operasional hanyalah beberapa contohnya.
Dengan Chatbot Live Chat, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat ditangani secara otomatis sehingga customer mendapatkan respons lebih cepat dan admin tidak perlu terus-menerus mengulang jawaban yang sama.
Chatbot bukan sekadar membalas chat.
Jika dirancang dengan tepat, chatbot dapat menjadi bagian dari sistem pelayanan dan penjualan bisnis.
Karena semakin mudah customer mendapatkan jawaban, semakin mudah pula mereka melanjutkan ke tahap berikutnya.