AI

AI Jelek atau Prompting Kamu Yang Jelek?

Riska
14 Januari 2026
1 menit membaca
AI Jelek atau Prompting Kamu Yang Jelek?
Bagikan:

Dalam beberapa tahun terakhir, AI sistem support semakin sering digunakan oleh bisnis—mulai dari customer service, sales support, hingga operasional internal. Namun, satu keluhan yang paling sering muncul adalah:

“Katanya AInya pintar, tapi kok nggak closing?”

Pertanyaannya, apakah benar AI sistem support gagal, atau justru manusia yang keliru dalam menggunakannya?

Jawabannya sederhana namun kurang evaluasi. Bukan AI-nya yang salah, tapi prompting dan ekspektasi manusianya yang salah!


AI Chatbot sebagai sarana sistem support bukan mengambil alih penuh pekerjaan.

Pertama, kita perlu luruskan satu hal penting.
AI sistem support tidak diciptakan untuk mengambil alih manusia sepenuhnya.

AI berfungsi sebagai:

  • Pendukung alur komunikasi

  • Asisten respon cepat

  • Pengumpul dan pengolah informasi

  • Penyederhana proses yang berulang

AI bukan pengganti strategi, empati, dan intuisi bisnis manusia.

Jika Anda berharap AI langsung “jualan keras” dan menutup transaksi tanpa arah yang jelas, di situlah kesalahannya dimulai.


Kenapa banyak pengguna AI menyalahkan AI karena mereka belum closing?

Banyak bisnis menyalahkan AI karena:

  • Chat terasa kaku

  • Jawaban berputar-putar

  • Pelanggan tidak yakin

  • Tidak ada dorongan keputusan

Padahal jika ditelusuri, masalahnya biasanya terletak pada prompting yang buruk, seperti:

  • Instruksi terlalu umum

  • Tidak ada alur percakapan

  • Tidak disiapkan skenario keberatan

  • Tidak ada tujuan akhir (goal) yang jelas

AI hanya menjalankan apa yang kita perintahkan.
AI tidak bisa menebak niat bisnis Anda.

Prompt adalah “otak kedua” AI.
Jika prompt Anda berbunyi seperti ini:

“Jawab pertanyaan pelanggan tentang produk.”

Maka jangan heran jika hasilnya datar dan tanpa closing. Padahal tanpa menjelaskan "Jawab pertanyaan pelanggan tentang produk" AI pasti akan menjawab sesuai dengan produk dan layanan yang kita jual secara Otomatis.

Bandingkan dengan prompting berikut :

“Jawab dengan ramah, gali kebutuhan pelanggan secara halus, berikan solusi relevan, lalu arahkan ke ajakan tindakan jika pelanggan sudah menunjukkan ketertarikan.”

Perbedaannya bukan pada AI-nya, tapi pada cara pengguna mengarahkan AI.


AI Sistem Support yang Benar Tidak Memaksa Closing

Justru AI support yang efektif:

  • Mengalir seperti percakapan manusia

  • Fokus memahami kebutuhan

  • Membantu pelanggan merasa dipahami

  • Mengantarkan pelanggan ke keputusan, bukan memaksa

Closing yang baik bukan tentang tekanan, tapi kejelasan nilai.
AI bisa membantu membangun itu—jika diarahkan dengan benar.


AInya tidak salah. Strategi Anda yang Belum Matang dan Benar

Sering kali AI dijadikan kambing hitam, padahal:

  • Funnel belum jelas

  • Produk belum dipetakan ke masalah pelanggan

  • Bahasa bisnis tidak diterjemahkan ke bahasa percakapan

  • Tidak ada SOP komunikasi yang rapi

AI hanya mencerminkan sistem di belakangnya.
Jika sistemnya kacau, AI hanya mempercepat kekacauan itu.


Tips penggunaan AI

Agar AI benar-benar membantu bisnis, pastikan:

  1. Tujuan percakapan jelas (informasi, edukasi, atau konversi)

  2. Prompt disusun berbasis alur, bukan perintah satu baris

  3. Bahasa natural, bukan skrip kaku

  4. AI diposisikan sebagai asisten, bukan “sales dadakan”

  5. Manusia tetap mengontrol strategi dan memantau percakapan AI

Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjawab—tetapi mendukung proses bisnis secara nyata.

Jika AI sistem support Anda tidak closing:

  • Jangan buru-buru mengganti tools

  • Jangan langsung menyalahkan teknologi

  • Evaluasi prompt, alur, dan ekspektasi Anda

Karena pada akhirnya:

AI hanyalah alat. Hasilnya tergantung pada siapa yang mengarahkannya.

Bukan AI-nya yang salah.
Prompting-mulah yang perlu diperbaiki.

Ingin Tingkatkan Performa Bisnis Anda?

Dapatkan platform WhatsApp Blasting & AI Chatbot terbaik untuk mengoptimalkan bisnis Anda.