1. Pastikan bisnis memiliki identitas yang jelas
Siapkan nama bisnis yang benar, informasi perusahaan, serta dokumen legal seperti NIB jika tersedia. Hindari menggunakan identitas bisnis yang tidak sesuai dengan dokumen.
2. Gunakan website bisnis yang aktif
Website sebaiknya memiliki informasi yang jelas seperti:
Nama perusahaan/brand
Deskripsi produk atau layanan
Kontak bisnis
Alamat atau informasi perusahaan
Privacy Policy dan Terms & Conditions
Website yang kosong atau terlihat belum selesai dapat membuat proses verifikasi menjadi lebih sulit.
3. Sesuaikan nama sender dengan brand
Nama WhatsApp yang digunakan sebaiknya memiliki hubungan yang jelas dengan nama bisnis atau brand.
Contoh:
Nama bisnis: EO Smart Rec Official
Sender: EO Smart Rec
Hindari nama sender yang terlalu umum, menyesatkan, atau tidak memiliki hubungan dengan bisnis.
4. Gunakan kategori bisnis yang sesuai
Saat membuat akun WhatsApp Business, pilih kategori yang benar-benar menggambarkan aktivitas bisnis. Jangan memilih kategori hanya karena terlihat lebih mudah disetujui.
5. Jangan langsung melakukan broadcast besar
Setelah WABA aktif, bangun reputasi nomor secara bertahap. Kirim pesan kepada pengguna yang memang memberikan izin dan gunakan template pesan yang sesuai dengan tujuan komunikasi.
6. Hindari template yang berpotensi dianggap spam
Jangan menggunakan kalimat yang terlalu agresif, menipu, mengancam, atau memberikan klaim berlebihan. Pastikan isi pesan relevan dengan konteks komunikasi dan pelanggan memang mengharapkan pesan tersebut.
Intinya: tidak ada cara yang bisa menjamin 100% pengajuan WABA pasti disetujui Meta. Namun, dengan identitas bisnis yang jelas + website profesional + sender yang sesuai + dokumen valid + penggunaan WhatsApp yang sesuai kebijakan, peluang proses berjalan lancar akan jauh lebih baik.