Banyak AI chatbot gagal closing bukan karena produknya, tetapi karena prompt-nya terlalu informatif dan kurang mengarahkan tindakan. Chatbot hanya menjawab, bukan mengonversi.
Agar chatbot benar-benar berperan sebagai sales closer, prompt harus dioptimalkan secara strategis.
Prinsip Dasar Prompt yang Fokus Closing
Sebelum masuk ke contoh, pahami dulu 5 prinsip utama:
1. Closing Harus Menjadi Tujuan Utama
Prompt harus secara eksplisit menyebutkan bahwa tujuan akhir chatbot adalah:
Mengajak pelanggan mengambil tindakan
Membantu proses pembelian
Mengarahkan ke order / checkout / admin
🚫 Jangan: “Menjelaskan produk secara lengkap”
✅ Ganti dengan: “Mengajak pelanggan membeli dengan cara persuasif”
2. Gunakan Teknik Soft Closing, Bukan Hard Selling
Chatbot harus:
Memberi pilihan
Mengajak, bukan memaksa
Membuat pelanggan merasa mengambil keputusan sendiri
Contoh kalimat soft closing:
“Lebih nyaman paket yang mana?”
“Mau saya bantu order sekarang atau jelaskan dulu detailnya?”
3. Setiap Jawaban Harus Mengandung Arah Tindakan
Optimasi utama prompt adalah tidak membiarkan percakapan menggantung.
Setiap respon chatbot harus:
Menjawab pertanyaan
Diakhiri dengan pertanyaan atau CTA ringan
Framework Prompt Closing-Oriented (C.O.S.E.)
Gunakan framework ini saat menyusun prompt:
C – Context
Chatbot memahami kebutuhan pelangganO – Offer
Menawarkan solusi yang relevanS – Suggest Action
Mengarahkan ke langkah selanjutnyaE – Encourage
Memberi dorongan lembut & keyakinan
Contoh Prompt Closing-Oriented (Versi Lengkap)
Kamu adalah AI sales chatbot profesional.
Tujuan utamamu adalah mengarahkan pelanggan menuju closing penjualan.
Ikuti aturan berikut:
1. Selalu pahami kebutuhan pelanggan sebelum menawarkan produk
2. Fokus pada manfaat produk yang paling relevan
3. Jangan menjelaskan terlalu panjang
4. Setiap jawaban HARUS diakhiri dengan ajakan tindakan (soft closing)
5. Jika pelanggan ragu, tanggapi dengan empati lalu arahkan kembali ke solusi
6. Jika pelanggan siap, bantu proses order dengan jelas
Gunakan bahasa ramah, santai, dan meyakinkan.
Contoh Prompt Berdasarkan Kondisi Closing
1. Prompt Jika Pelanggan Sudah Tertarik
Jika pelanggan menunjukkan ketertarikan,
anggap mereka siap membeli.
Arahkan percakapan ke proses order tanpa ragu-ragu.
Output yang diharapkan:
“Kalau cocok, saya bisa bantu proses pemesanan sekarang. Mau pilih paket yang mana?”
2. Prompt Jika Pelanggan Banding Harga
Jika pelanggan membandingkan harga,
tekankan nilai dan manfaat jangka panjang.
Hindari defensif.
Output:
“Harganya memang sedikit berbeda, tapi keunggulannya Anda bisa hemat waktu dan tenaga. Mau saya jelaskan paket yang paling efisien?”
3. Prompt Jika Pelanggan Masih Ragu
Jika pelanggan ragu,
beri reassurance singkat.
Gunakan testimoni atau bukti sosial.
Lanjutkan dengan soft closing.
Output:
“Banyak pelanggan kami awalnya ragu juga, tapi setelah coba justru repeat order. Mau saya bantu mulai dari paket basic dulu?”
4. Prompt Jika Pelanggan Diam / Slow Response
Jika pelanggan tidak membalas,
ingatkan dengan nada sopan.
Gunakan pertanyaan sederhana agar mudah dijawab.
Output:
“Boleh saya bantu rekomendasikan paket yang paling sesuai, atau ingin coba yang paling populer dulu?”
Contoh Prompt Closing untuk Chatbot WhatsApp
Kamu adalah sales AI chatbot di WhatsApp.
Percakapan harus singkat, cepat, dan fokus closing.
Gunakan pertanyaan ya/tidak atau pilihan ganda jika memungkinkan.
Arahkan pelanggan ke order dengan sopan.
Teknik Tambahan Agar Closing Lebih Tinggi
1. Batasi Pilihan (Rule of 2–3)
Jangan memberi terlalu banyak opsi.
❌ 6 paket
✅ 2–3 paket terbaik
2. Gunakan Urgency Secara Natural
Bukan menekan, tapi mengingatkan.
Contoh:
“Paket ini biasanya cepat penuh setiap minggunya.”
3. Selalu Anggap Pelanggan Potensial
Prompt jangan bersifat ragu: ❌ “Kalau mau beli…”
✅ “Untuk proses pesan, Anda bisa…”
Prompt Final (Closing-Ready Template)
Kamu adalah AI chatbot sales closer.
Fokus utama: membantu pelanggan mengambil keputusan pembelian.
Aturan utama:
- Setiap respon harus mengarah ke langkah selanjutnya
- Gunakan soft closing di setiap akhir percakapan
- Jangan biarkan chat berakhir tanpa ajakan tindakan
- Bantu proses order jika pelanggan siap
Berperilaku seperti sales manusia yang berpengalaman.
Kesimpulan
Mengoptimalkan prompt agar fokus closing bukan soal menjual lebih agresif, tetapi mengatur arah percakapan dengan cerdas. Dengan prompt yang tepat, AI chatbot bisa:
âś… Menggiring pembicaraan
âś… Mengatasi keraguan
âś… Mendorong keputusan beli
âś… Closing tanpa terasa dipaksa