Dengan Bablast, Anda dapat menggunakan template pesan WABA untuk mengirim notifikasi seperti abandoned cart, pengingat pembayaran, hingga follow up pelanggan.
1. Apa Itu Abandoned Cart?
Abandoned cart adalah kondisi ketika pelanggan sudah memasukkan produk ke keranjang, tetapi belum menyelesaikan transaksi.
Contohnya:
Pelanggan memilih 2 produk → masuk keranjang → checkout belum selesai → pelanggan meninggalkan halaman.
Daripada membiarkan calon pelanggan pergi begitu saja, bisnis dapat mengirimkan pengingat melalui WhatsApp.
Contoh Template Abandoned Cart
Nama Template: abandoned_cart_reminder
Kategori: Utility
Pesan:
Halo {{1}}, 👋
Sepertinya kamu masih punya pesanan yang belum diselesaikan.Produk: {{2}}
Total: {{3}}Jangan sampai kehabisan ya! Kamu bisa melanjutkan pesanan melalui tombol di bawah.
Terima kasih 😊
Button: Lanjutkan Pesanan
Variable dapat diisi secara dinamis, misalnya:
{{1}}= Nama pelanggan{{2}}= Nama produk{{3}}= Total belanja
2. Contoh Follow Up Setelah Pelanggan Checkout
Follow up juga dapat digunakan setelah pelanggan melakukan pemesanan tetapi belum menyelesaikan pembayaran.
Nama Template: payment_followup
Kategori: Utility
Pesan:
Halo {{1}},
Pesanan kamu dengan nomor {{2}} masih menunggu pembayaran.Total pembayaran: {{3}}
Silakan selesaikan pembayaran agar pesanan dapat segera diproses. 😊
Button: Bayar Sekarang
3. Follow Up Setelah Pembelian
Setelah pelanggan melakukan pembelian, WABA juga dapat digunakan untuk memberikan informasi lanjutan.
Contoh:
Halo {{1}} 👋
Pesanan {{2}} sudah kami proses.Kamu dapat memantau status pengiriman melalui tombol di bawah.
Terima kasih sudah berbelanja bersama kami! ❤️
Button: Lacak Pesanan
4. Contoh Follow Up Pelanggan yang Belum Melakukan Pembelian
Jika pelanggan sebelumnya sudah berinteraksi dengan bisnis, follow up dapat digunakan untuk mengingatkan atau memberikan informasi yang relevan.
Contoh:
Halo {{1}} 👋
Kemarin kamu sempat melihat produk {{2}}.Kalau masih tertarik, kamu bisa melihat detail produknya kembali melalui tombol di bawah.
Ada yang ingin ditanyakan? Tim kami siap membantu 😊
Button: Lihat Produk
5. Cara Menggunakan Template di Bablast
Secara umum alurnya:
Pelanggan melakukan aktivitas → sistem mendeteksi kondisi → Bablast mengirim template WABA → pelanggan menerima pesan → pelanggan diarahkan kembali ke proses pembelian.
Contohnya:
Tambah ke keranjang → Tidak checkout → Trigger abandoned cart → Kirim WhatsApp → Pelanggan kembali checkout
Dengan otomatisasi seperti ini, tim CS tidak perlu melakukan follow up secara manual kepada setiap pelanggan.
6. Tips Agar Template WABA Lebih Aman
Template WABA bukan berarti bebas mengirim pesan ke siapa saja. Penggunaan tetap harus mengikuti kebijakan WhatsApp/Meta.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kirim pesan kepada pelanggan yang memang memiliki dasar komunikasi dengan bisnis.
Hindari spam dan pengiriman berulang yang tidak relevan.
Gunakan isi pesan sesuai konteks transaksi atau interaksi pelanggan.
Pastikan template yang digunakan sudah disetujui Meta.
Jangan membuat klaim atau informasi yang menyesatkan.
Berikan jalur yang jelas apabila pelanggan tidak ingin menerima komunikasi lanjutan.
Kesimpulan
Abandoned cart dan follow up adalah salah satu contoh penggunaan WABA yang sangat cocok untuk otomatisasi bisnis.
Dengan Bablast, bisnis dapat mengotomatiskan pengingat transaksi, follow up pembayaran, informasi pesanan, hingga komunikasi setelah pembelian sehingga proses CS menjadi lebih cepat dan terstruktur.
Yang terpenting, gunakan WABA secara relevan, sesuai izin dan konteks pelanggan, serta mengikuti kebijakan Meta. Tidak ada sistem yang menjamin 100% bebas blokir apabila penggunaannya melanggar aturan.