Januari 2026 menjadi salah satu bulan yang paling menarik bagi pengamat langit. Di awal tahun ini, langit malam akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi penting yang dapat disaksikan langsung dari Indonesia, mulai dari Supermoon, hujan meteor, hingga penampakan planet-planet terang.
Fenomena ini tidak hanya menarik bagi komunitas astronomi, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan langit malam secara langsung.
Supermoon Awal Tahun
Pada awal Januari 2026, Bulan purnama akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dalam setahun. Kondisi ini dikenal sebagai Supermoon. Saat Supermoon terjadi, ukuran Bulan akan tampak lebih besar dan cahayanya lebih terang dibandingkan purnama biasa.
Bulan purnama Januari juga dikenal sebagai Wolf Moon, sebutan tradisional yang berasal dari penamaan musim dingin di belahan Bumi utara. Di Indonesia, fenomena ini tetap dapat dinikmati sebagai Bulan purnama dengan visual yang lebih mencolok dari biasanya.
Supermoon ini menjadi momen yang ideal untuk kegiatan fotografi langit malam maupun sekadar menikmati pemandangan Bulan secara langsung.
Hujan Meteor Quadrantid
Selain Supermoon, awal Januari juga bertepatan dengan hujan meteor Quadrantid. Ini merupakan salah satu hujan meteor tahunan yang dikenal memiliki intensitas tinggi.
Puncak aktivitasnya terjadi pada tanggal 2 hingga 3 Januari. Pada saat itu, langit berpotensi dihiasi oleh kilatan meteor yang muncul akibat partikel debu angkasa yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah dini hari menjelang fajar. Pengamatan akan lebih maksimal jika dilakukan dari lokasi yang jauh dari polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang terbuka.
Meski cahaya Supermoon bisa mengurangi jumlah meteor yang terlihat, beberapa meteor terang tetap dapat terlihat dengan jelas.
Oposisi Planet Jupiter
Pada pertengahan Januari, planet Jupiter akan berada pada posisi oposisi. Oposisi adalah kondisi ketika Bumi berada di antara Matahari dan sebuah planet, sehingga planet tersebut tampak paling terang dan paling besar dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Pada periode ini, Jupiter akan mudah terlihat dengan mata telanjang sebagai titik cahaya terang di langit malam. Dengan bantuan teropong atau teleskop sederhana, pengamat juga bisa melihat pita awan Jupiter serta beberapa satelit alaminya.
Fenomena ini menjadi kesempatan terbaik untuk mengamati planet terbesar di tata surya.
Fenomena Langit Lainnya
Selain tiga fenomena utama tersebut, Januari 2026 juga menghadirkan sejumlah momen menarik lainnya, antara lain:
Bintang Sirius, yang dikenal sebagai bintang paling terang di langit malam, akan berada pada posisi yang sangat ideal untuk diamati. Bulan juga akan beberapa kali tampak berdekatan dengan planet-planet terang, menciptakan pemandangan langit yang menarik menjelang akhir bulan.
Langit malam pada pertengahan hingga akhir Januari juga relatif lebih gelap pada fase Bulan baru, sehingga cocok untuk pengamatan objek langit dalam.
Januari 2026 menjadi pembuka tahun yang kaya akan fenomena astronomi. Supermoon yang besar dan terang, hujan meteor yang memukau, serta penampakan Jupiter dalam kondisi terbaik menjadikan bulan ini sebagai waktu yang tepat untuk menikmati keindahan langit malam.
Fenomena-fenomena ini dapat dinikmati tanpa peralatan khusus, cukup dengan mata telanjang dan lokasi pengamatan yang minim cahaya buatan. Bagi siapa pun yang ingin merasakan pengalaman berbeda di awal tahun, mengamati langit Januari 2026 adalah pilihan yang sangat layak dicoba.