Umum

Mulai 1 Oktober 2026, Harga WhatsApp Business Platform Berubah: Apa yang Perlu Bisnis Ketahui?

Rama Maul
30 September 2026
1 menit membaca
Mulai 1 Oktober 2026, Harga WhatsApp Business Platform Berubah: Apa yang Perlu Bisnis Ketahui?
Bagikan:

Mulai 1 Oktober 2026, Harga WhatsApp Business Platform Berubah: Apa yang Perlu Bisnis Ketahui?

Mulai 1 Oktober 2026, Meta kembali melakukan perubahan pada skema harga WhatsApp Business Platform. Perubahan ini penting diperhatikan oleh bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API atau Cloud API untuk melayani customer, mengirim notifikasi, hingga menjalankan komunikasi bisnis secara terintegrasi.

Yang berubah bukan berarti seluruh aktivitas di WhatsApp tiba-tiba menjadi berbayar. Namun, ada beberapa jenis pesan yang sebelumnya tidak dikenakan biaya dan mulai 1 Oktober 2026 akan masuk ke dalam perhitungan tarif.

Apa yang berubah mulai 1 Oktober?

Ada dua perubahan utama yang perlu diperhatikan bisnis.

Pertama, Service Message atau pesan layanan yang dikirim bisnis dalam jendela percakapan 24 jam mulai dikenakan biaya setelah melewati kuota gratis.

Service Message merupakan pesan non-template yang dikirim bisnis sebagai balasan kepada customer. Misalnya ketika customer bertanya mengenai produk, kemudian admin membalas pertanyaan tersebut melalui WhatsApp Business Platform.

Mulai 1 Oktober 2026, setiap nomor bisnis mendapatkan 1.000 Service Message gratis per bulan. Setelah kuota tersebut digunakan, pesan berikutnya akan dikenakan tarif berdasarkan rate card Meta untuk negara penerima. Untuk penerima di Indonesia, tarif yang tercantum untuk periode ini adalah Rp356,65 per pesan.

Kedua, Utility Template Message di dalam jendela 24 jam juga mulai dikenakan biaya.

Sebelumnya, utility template yang dikirim ketika customer service window masih terbuka tidak dikenakan biaya. Mulai 1 Oktober 2026, pesan tersebut kembali dihitung sebagai pesan berbayar dengan tarif utility yang berlaku.

Apakah semua pesan WhatsApp menjadi berbayar?

Tidak.

Perubahan ini secara khusus berkaitan dengan WhatsApp Business Platform dan jenis pesan tertentu. Pesan yang dikirim customer kepada bisnis tetap gratis.

Selain itu, terdapat kondisi tertentu yang masih mendapatkan periode gratis, termasuk percakapan yang berasal dari Click-to-WhatsApp Ads dalam jendela 72 jam yang ditentukan Meta.

Artinya, bisnis perlu memahami jenis pesan yang digunakan, bukan sekadar menghitung berapa banyak percakapan yang terjadi.

Kenapa perubahan ini perlu diperhatikan?

Bagi bisnis dengan volume chat yang kecil, perubahan ini mungkin tidak langsung terasa signifikan.

Namun, bagi bisnis yang setiap hari menangani ratusan hingga ribuan percakapan customer, biaya komunikasi dapat menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan dalam operasional.

Contohnya, bisnis yang memiliki banyak customer service chat dan mengirim banyak balasan non-template perlu mulai memperhatikan jumlah Service Message yang terkirim setiap bulan.

Begitu juga bisnis yang menggunakan template Utility untuk konfirmasi pesanan, update transaksi, atau informasi layanan ketika customer service window masih terbuka.

Dengan model biaya berbasis pesan, semakin banyak pesan yang dikirim, semakin penting bagi bisnis untuk memiliki sistem komunikasi yang terorganisir.

Bagaimana bisnis bisa mengantisipasinya?

Perubahan harga bukan berarti bisnis harus berhenti menggunakan WhatsApp sebagai channel komunikasi.

Yang lebih penting adalah mulai mengetahui bagaimana komunikasi customer dilakukan.

Bisnis dapat melakukan beberapa hal, seperti mengelompokkan jenis pesan yang dikirim, memantau volume pesan setiap nomor WhatsApp, mengurangi pesan yang tidak diperlukan, serta menggunakan automation untuk membantu menangani pertanyaan yang berulang.

Di sinilah sistem seperti AI Chatbot dan Live Chat dapat membantu mengatur alur komunikasi customer agar lebih terstruktur.

AI Chatbot dapat menangani pertanyaan umum secara otomatis, sementara Live Chat membantu tim customer service melihat dan menangani percakapan dari berbagai customer dengan lebih rapi.

Dengan begitu, penggunaan WhatsApp bukan hanya tentang mengirim sebanyak mungkin pesan, tetapi juga bagaimana setiap pesan digunakan secara efektif.

Perubahan pricing bukan berarti WhatsApp tidak lagi bisa digunakan untuk bisnis

WhatsApp tetap menjadi salah satu channel penting untuk komunikasi bisnis dengan customer.

Namun, dengan perubahan pricing per 1 Oktober 2026, bisnis yang menggunakan WhatsApp Business Platform perlu lebih memahami sistem biaya Meta dan mulai menghitung kembali kebutuhan komunikasi mereka.

Terutama bagi bisnis dengan volume customer yang tinggi, pemantauan jumlah pesan dan pengelolaan komunikasi menjadi semakin penting.

Jadi sebelum memasuki 1 Oktober, pastikan bisnis sudah mengetahui:

Berapa banyak pesan yang dikirim setiap bulan?

Jenis pesan apa saja yang paling sering digunakan?

Berapa banyak percakapan yang membutuhkan balasan dari tim?

Dan apakah sebagian pertanyaan customer dapat ditangani otomatis?

Karena setelah perubahan pricing berlaku, efisiensi komunikasi bukan hanya soal mempercepat respons customer, tetapi juga bagaimana bisnis mengelola setiap pesan yang dikirim melalui WhatsApp Business Platform.

Ingin Tingkatkan Performa Bisnis Anda?

Dapatkan platform WhatsApp Blasting & AI Chatbot terbaik untuk mengoptimalkan bisnis Anda.