Marketing

Omnichannel dan CRM Makin Banyak Digunakan Bisnis, Apa Bedanya?

Rama Maul
21 September 2026
1 menit membaca
Omnichannel dan CRM Makin Banyak Digunakan Bisnis, Apa Bedanya?
Bagikan:

Cara bisnis berkomunikasi dengan pelanggan terus berubah. Jika sebelumnya komunikasi hanya mengandalkan telepon atau email, kini customer bisa berpindah-pindah channel mulai dari WhatsApp, Instagram, website, live chat, hingga marketplace.

Perubahan tersebut membuat bisnis tidak hanya membutuhkan lebih banyak channel komunikasi, tetapi juga membutuhkan cara untuk mengelola seluruh interaksi customer dengan lebih terstruktur.

Di sinilah istilah omnichannel dan Customer Relationship Management (CRM) semakin sering digunakan.

Meski sering muncul dalam konteks yang sama, keduanya sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.

Omnichannel Berfokus pada Pengalaman di Berbagai Channel

Omnichannel merupakan pendekatan yang menghubungkan berbagai channel agar customer mendapatkan pengalaman yang lebih terintegrasi.

Salesforce menjelaskan omnichannel sebagai pendekatan yang memungkinkan bisnis memberikan pengalaman yang konsisten dan terhubung di berbagai channel. Customer dapat berpindah dari satu channel ke channel lainnya tanpa harus selalu mengulang informasi yang sama.

Sebagai contoh, seorang customer awalnya bertanya melalui Instagram. Setelah itu, customer melanjutkan percakapan melalui WhatsApp.

Dalam sistem yang terintegrasi, perpindahan channel tersebut tidak harus membuat percakapan dimulai dari awal.

Artinya, fokus utama omnichannel berada pada bagaimana berbagai channel komunikasi bisnis dapat saling terhubung.

CRM Berfokus pada Data dan Hubungan Customer

Berbeda dengan omnichannel, CRM lebih berfokus pada pengelolaan hubungan dan informasi customer.

Menurut HubSpot, CRM merupakan sistem yang membantu bisnis mengorganisasi, mengotomatisasi, dan menyinkronkan proses yang berkaitan dengan sales, marketing, customer service, serta interaksi dengan customer.

Di dalam CRM, bisnis dapat menyimpan informasi seperti data kontak, riwayat interaksi, aktivitas customer, hingga tahapan customer dalam proses penjualan.

Dengan begitu, ketika seorang customer kembali menghubungi bisnis, tim tidak hanya melihat sebuah percakapan, tetapi juga dapat melihat konteks dan riwayat customer tersebut.

Lalu, Apa Bedanya?

Perbedaannya bisa dilihat dari fokus masing-masing.

Omnichannel:
Menghubungkan berbagai channel komunikasi agar customer mendapatkan pengalaman yang terintegrasi.

CRM:
Mengelola data, aktivitas, dan hubungan bisnis dengan customer.

Keduanya bukan teknologi yang saling menggantikan.

Justru dalam banyak sistem bisnis modern, omnichannel dan CRM dapat bekerja bersama. HubSpot, misalnya, menjelaskan bahwa CRM dapat menjadi pusat data customer yang digunakan untuk menghubungkan berbagai aktivitas dan channel dalam satu sistem.

Tren Komunikasi Bisnis Mulai Bergeser ke Messaging

Perubahan ini juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya penggunaan messaging dalam interaksi bisnis.

Dalam laporan The State of Business Messaging 2026, WhatsApp mencatat bahwa 73,3% dari 11.056 konsumen yang disurvei di 22 pasar global memilih messaging ketika berkomunikasi dengan bisnis. Survei tersebut dilakukan pada April–September 2025 dan mencakup Indonesia bersama sejumlah negara lainnya.

Laporan yang sama mencatat bahwa 72,4% responden lebih mungkin membeli dari brand yang menyediakan messaging sebagai pilihan komunikasi.

Angka tersebut menunjukkan bahwa percakapan melalui messaging bukan lagi sekadar layanan tambahan. Bagi banyak bisnis, percakapan sudah menjadi bagian dari proses customer journey.

Ketika Chat Tidak Lagi Sekadar Chat

Bagi bisnis yang menerima banyak pertanyaan setiap hari, tantangannya kemudian bukan hanya bagaimana membalas pesan.

Ada pertanyaan lain yang muncul:

Siapa customer ini?

Sebelumnya sudah pernah chat atau belum?

Produk apa yang sedang diminati?

Apakah customer sudah pernah membeli?

Apakah perlu dilakukan follow-up?

Di sinilah konsep omnichannel dan CRM dapat bertemu.

Omnichannel membantu bisnis mengelola berbagai titik komunikasi, sementara CRM membantu menyimpan dan mengelola konteks customer di balik komunikasi tersebut.

Hasil akhirnya bukan sekadar chat yang terbalas, tetapi informasi customer yang lebih terstruktur dan dapat digunakan oleh tim untuk proses berikutnya.

Omnichannel atau CRM?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan bisnis.

Jika masalah utamanya adalah terlalu banyak channel komunikasi yang berjalan secara terpisah, pendekatan omnichannel dapat membantu menyatukan pengalaman tersebut.

Jika masalahnya adalah data customer yang berantakan, riwayat interaksi sulit dilacak, atau follow-up sering terlewat, CRM menjadi bagian yang lebih relevan.

Sementara bagi bisnis yang ingin membangun sistem customer journey secara lebih lengkap, keduanya dapat digunakan secara bersamaan.

Perkembangan teknologi customer engagement saat ini menunjukkan bahwa komunikasi, data customer, dan proses follow-up semakin sulit dipisahkan. Ketika customer berpindah channel, bisnis tetap membutuhkan konteks yang sama agar pengalaman yang diberikan tetap terhubung.

Ingin Tingkatkan Performa Bisnis Anda?

Dapatkan platform WhatsApp Blasting & AI Chatbot terbaik untuk mengoptimalkan bisnis Anda.