Hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia kembali menegaskan komitmen strategisnya dengan meluncurkan Rencana Aksi Strategis (RAS) 2025–2029. Rencana ini menjadi pedoman penting dalam memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara, dengan fokus utama pada pengembangan ekonomi dan keamanan siber di era digital.
Latar Belakang Kerja Sama Indonesia–Australia
Indonesia dan Australia sudah lama menjalin kerja sama di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pendidikan, hingga pertahanan. Dengan tantangan global yang semakin kompleks—seperti ketidakpastian ekonomi, ancaman keamanan digital, serta perubahan iklim—kedua negara merasa perlu memperkuat sinergi melalui strategi jangka menengah.
Rencana Aksi Strategis 2025–2029 ini disepakati sebagai lanjutan dari program sebelumnya, sekaligus langkah nyata dalam menanggapi perkembangan zaman.
Fokus Utama Rencana Aksi 2025–2029
1. Penguatan Ekonomi dan Investasi
Australia dan Indonesia berkomitmen meningkatkan hubungan dagang melalui Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Fokus utama:
Meningkatkan volume ekspor dan impor antar kedua negara.
Mendorong investasi sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan industri kreatif.
Membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar Australia.
2. Keamanan Siber dan Transformasi Digital
Era digital membawa peluang sekaligus tantangan baru. Oleh karena itu, keamanan siber menjadi salah satu pilar utama RAS 2025–2029. Kolaborasi difokuskan pada:
Pertukaran informasi dan teknologi keamanan siber.
Pelatihan sumber daya manusia di bidang digital.
Penguatan regulasi untuk melawan kejahatan siber lintas negara.
3. Pendidikan dan Riset Inovasi
Kerja sama juga menyentuh bidang pendidikan dan penelitian, seperti:
Pertukaran pelajar dan dosen antaruniversitas.
Pengembangan riset bersama di bidang teknologi, kesehatan, dan lingkungan.
Beasiswa untuk generasi muda Indonesia agar dapat menimba ilmu di Australia.
4. Isu Global dan Regional
Selain ekonomi dan digital, kerja sama juga diarahkan untuk menghadapi isu global:
Perubahan iklim: kerja sama energi hijau, pengurangan emisi, dan teknologi ramah lingkungan.
Keamanan regional: menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui diplomasi pertahanan dan latihan militer bersama.
Dampak Positif bagi Indonesia
Bagi Indonesia, rencana aksi ini membuka peluang besar, antara lain:
Peningkatan daya saing digital melalui transfer pengetahuan dan teknologi.
Akses pasar internasional lebih luas bagi produk lokal.
Penciptaan lapangan kerja baru di sektor teknologi, industri kreatif, dan energi terbarukan.
Kesimpulan
Rencana Aksi Strategis Indonesia–Australia 2025–2029 adalah bukti nyata bahwa kedua negara serius memperkuat kemitraan strategis jangka panjang. Dengan fokus pada ekonomi dan keamanan siber, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat langsung bagi kedua negara, tetapi juga turut menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.